19/03/2017

Berdiam Dalam Diri Kita

 

(Dia) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. - Yohanes 14:17

 

Mengetahui bahwa Dia akan dieksekusi, Yesus melewatkan malam terak-hir-Nya dengan murid-murid-Nya, dan berfokus pada beberapa instruksi penting terakhir. Dalam diskusi tersebut tersirat janji untuk mengutus Roh Kudus-Nya guna menyertai mereka. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya… Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yohanes 14:16, 26). “Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang” (Yohanes 16:13). Namun di tengah janji-janji ini, sebuah pernyataan khusus menggambarkan sifat hubungan kita dengan Roh Kudus: “Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yohanes 14:17).

 

Kita belajar banyak tentang Roh Kudus dari pernyataan-pernyataan tersebut. Seolah-olah Dia menggandeng tangan kita dan memimpin kita ke mana kita perlu pergi dan mengajar kita apa saja yang perlu kita ketahui. Tapi lebih dari itu. Dia tidak saja bersama kita, Dia berada di dalam kita. Dia berbicara kepada kita, menguatkan kita, memimpin kita, dan mengubah kita dari dalam. Pada tingkat yang sangat dalam, Dia menjadi hidup kita.

 

Renungkanlah arti semua itu. Pribadi yang paling berkuasa di alam semesta, hidup di dalam tubuh daging dan darah Anda. Pribadi yang paling bijaksana di alam semesta, berdiam di dalam benak Anda. Pribadi yang paling kasih di alam semesta, berada di hati Anda. Dia tak henti-hentinya dan dengan penuh gairah berada di sana. Dan saat kita mengetahuinya, memikirkannya, dan percaya pada kebenaran itu, kita mulai mengalami-Nya lebih dan lebih lagi.

 


 

Roh Kudus, aku mengundang-Mu untuk berdiam di dalam diriku. Biarkanku merasakan-Mu di sana. Aku percaya bahwa aku akan dapat merasakan kuasa, hikmat, dan kasih-Mu ketika aku percaya kepada-Mu.