18/03/2017

Berpetualang Dengan-Nya

 

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. - Markus 7:6

 

Doktrin saya konvensional. Pengertian saya atas teologi Kristen begitu kaya dan dalam. Saya mengajarkan Kitab Suci dengan setia. Penerapan akan kebenaraan rohani saya tidak bercacat cela. Doa-doa saya selaras dengan kehendak Allah. Tetapi saya hidup sebagai orang yang menyedihkan—selama bertahun-tahun.

 

Mungkin bagi kita untuk secara spesifik menerapkan doktrin dan teologi, menyelaraskan semua kepercayaan kita dengan Kitab Suci, melakukan semua yang benar, tetapi tetap merasa tidak terpenuhi dan jauh dari hati Allah. Paulus menjelaskan kondisi yang sama dalam kitab Filipi 3, di mana ia menjabarkan garis keturunan Yahudi-nya dan ketaatannya terhadap hukum Taurat. Walaupun ia dengan teguh memegang ajaran yang salah, ia tidak berkata jawaban yang benar adalah memegang ajaran yang benar. Mengenal Yesus secara pribadilah jawabannya. Doktin dan kepercayaan yang benar itu penting, tetapi itu tidaklah cukup. Kita didesain untuk lebih dari sekedar mengetahui dan melakukan yang benar. Kita diciptakan untuk petualangan, kreatifitas, kehangatan, dan ketakjuban. Hal-hal ini hanya muncul melalui interaksi bersama-Nya dalam tingkat pribadi yang erat.

 

Karena itulah banyak orang Kristen yang telah hidup sangat setia tetapi tetap merasa jauh dari Allah. Mereka memiliki pengertian tentang Yesus dan Firman-Nya tanpa ada perjumpaan atau interaksi pribadi dengan-Nya. Tidak ada petua-langan, tidak ada ada rasa takjub, tidak ada sukacita. Mereka memegang sebuah sistem kepercayaan, bukan Orang-nya. Hal itu tidak akan benar-benar memuaskan.

 

Dalam setiap aspek dalam hidup Anda–pikiran, doa, tindakan, segalanya—pilihlah Yesus di atas agama. Pilihlah selalu hal pribadi di atas dalil atau hal-hal praktis. Carilah sentuhan-Nya sebelum kebenaran-Nya. Semuanya sangat pen-ting—bahkan sangat penting–tetapi penekanan Anda dapat membuat perbedaan antara mengalami hidup-Nya dengan merasa mati. Jika Anda merasa di-ngin, kosong, atau lelah, carilah pribadi-Nya dan Hadirat-Nya yang melimpah.

 


 

Yesus, aku ingin berpetualang dengan-Mu. Aku ingin merasakan kehangatan Hadirat-Mu, dan aku ingin tahu hal-hal yang tidak mungkin kumengerti. Aku tidak perlu mengetahui semuanya; aku hanya membutuhkan Engkau.